Kamis, 11 Juni 2009

Antara...Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan Waktu



Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.

Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.

"Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta.
"Aduh! Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, "Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini."

Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali,
namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya. "Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta. Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.

Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan. "Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta. "Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan. "Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta. "Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja ...." kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.

Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!"

Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu.

Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. "Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu," kata orang itu. "Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku," tanya Cinta heran. "Sebab," kata orang itu, "Hanya Waktu-lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu ...

Iri



Ada seorang pemecah batu yang melihat seorang kaya. Iri dengan kekayaan orang itu, tiba-tiba ia berubah menjadi orang kaya. Ketika ia sedang bepergian dengan keretanya, ia harus memberi jalan kepada seorang pejabat. Iri dengan status pejabat itu, tiba-tiba ia berubah menjadi seorang pejabat.

Ketika ia meneruskan perjalanannya, ia merasakan panas terik matahari. Iri dengan kehebatan matahari, tiba-tiba ia berubah menjadi matahari.Ketika ia sedang bersinar terang, sebuah awan hitam menyelimutinya. Iri dengan selubung awan, tiba-tiba ia berubah menjadi awan. Ketika ia sedang berarak di langit, angin menyapunya. Iri dengan kekuatan angin, tiba-tiba ia berubah menjadi angin.

Ketika ia sedang berhembus, ia tak kuasa menembus gunung. Iri dengan
kegagahan gunung, tiba-tiba ia berubah menjadi gunung. Ketika ia sedang bertengger, ia melihat ada orang yang memecahnya. Iri dengan orang itu, tiba-tiba ia terbangun sebagai pemecah batu. Ternyata itu semua hanya mimpi si pemecah batu.

Karena kita semua saling terkait dan saling tergantung, tidak ada yang betul-betul lebih tinggi atau lebih rendah. Kehidupan ini baik-baik saja kok... sampai Anda mulai membanding-bandingkan.

Kata Sang Guru : "Rasa berkecukupan adalah kekayaaan terbesar."
Pengejaran keuntungan, ketenaran, pujian, dan kesenangan bersifat tiada akhir karena roda kehidupan terus berputar, silih berganti dengan kerugian, ketidaktenaran, celaan, dan penderitaan. Inilah delapan kondisi duniawi yang senantiasa mengombang-ambingkan kita sepanjang hidup.

Kebahagiaan terletak pada kemampuan untuk mengembangkan pikiran dengan seimbang, tidak melekat terhadap delapan kondisi duniawi. Boleh-boleh saja kita menjadi kaya dan terkenal, namun orang bijaksana akan hidup tanpa kemelekatan terhadap delapan kondisi duniawi. Kebahagiaan sejati tidaklah terkondisi oleh apa pun.

Adakah orang yang mendo'akan kita?



Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat diRS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . " kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit".

Dengan lembut si Malaikat berkata, "Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu" .

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka".

Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu"

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, " Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri."

Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat".

Melihat peristiwa itu, tampaterasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !

Dengan setengah bergumam dia bertanya,"Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"

Jawab si Malaikat, " Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah". Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,"Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00��.

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. "Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. "

"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. "

============

Pesan Moral :

Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain. Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain. Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.

Jumat, 29 Mei 2009

Kapan Nikah???



Ini bukan curhat loh...:)
Sama seperti Sebuah.. Iklan... Kapan Nikah.. May.. OO.. (Ssst.. Maybe Yes, Maybe No..)

bukannya mau inget2 Iklan yang dulu pernah diputer di TV.. yang jadi latah.. di pergaulan.. HM.. kalo ditimbang-timbang, dibuang sayang.. Pesimis g sih.. Ungkapan seperti itu ?
atau pelarian dari sebuah ketidak mampuan ?

Yah, aku pun sendiri mengalaminya bahkan sering kumat jg, kalo lagi mikirin kesitu..? Tapi, kalo dipikir-pikir mestinya g boleh jg berpikir begitu..

Toh, kita mestinya Yakin dan Tetap Optimis akan sebuah suratan takdir.. Yakinlah.. bahwa ini adalah sebuah jalan yang terbaik untuk kita.. Hanya saja kita sering terlarut dalam ukuran-ukuran materi kehidupan.

Ada banyak alasan kenapa kita belum menikah, belum mampulah.. atau belum siap..belum ada yang pas, atau alasan lainnya..toh, itu cuma satu sisi.. kalo kita liat di sisi lain ada jg yang belum memiliki apa-apa sudah menikah, bahkan masih terhitung remaja sekalipun, ada jg yang menikah dengan orang yang baru dikenal.

Hmm.. Ternyata disini ada Keseimbangan-kan.. Ada yang "Begini" tapi ada juga yang tidak harus "Begini".. BEGITU..?? hehe..
Yah2..Ya..Kalo begitu bukan pada ukuran materi kehidupankan... semua mungkin terjadi Jika Kehendak Yang Maha Kuasa telah Berketetapan..

Disinilah peranan Ilmu.. yah setidaknya ketika kita mau belajar dan terus menggali dan mempelajarinya maka kita akan memberpikir lain tentang itu.

ada sebuah Hakikat.. yang mestinya dapat kita pelajari dari yg terjadi, disekitar kita. Yah, untuk mudahnya aku akan menggambarkan pada sebuah Antrian dalam satu loket, kita tau Betapa kesalnya ketika mengantri

Hingga Keluarlah kata - kata yang mestinya tidak perlu keluar, atau bahkan sensitivitas bertambah dengan menyalakan orang lain atau diri sendiri.. (Hmm...Ngapain jg.. harus begitu..) Lantaran Antrian dirasa Kok tidak Maju-maju jg.. heheh.. Kasihan Y..
Dah, ga Sabar NIh.. heheeh.. UPs..

Atau Mau Coba2.. bikin Masalah.. Dengan Nerobos Antrian.. Wah.. Kalo Yang Ini Ngga Janjilah.. Aku yakin Minimal Cacimaki yang seharusnya tidak ada Jadi Keluar jg dari orang yg antriannya terganggu.. Bukan saja Kita yang bermasalah orang lain pun akhirnya jadi Terbawa-bawa jg kan.. Wah Gimana Dosanya.. No Comment Untuk ini..

Nah, Coba bayangkan kalo kita sedang mengantri dengan sabar, Kalo memungkinkan kita manfaatkan untuk bersilaturahmi dengan sesama pengantri, Hmm.. Subhannallah.. Bukan Usia saja akan dipanjangkan tapi rejeki pun Akan dilimpahkan dari hal ini, Insya Allah.

Atau kita isi jg dengan cara lain yang mungkin dapat jg kita lakukan Membaca, atau dalam hal ini belajar lagilah.. yah paling tidak bukan cuma wawasan yang bertambah tapi kedewasaan berpikir pun Insya Allah akan bertambah.. Hingga datang waktunya kita akan jauh lebih siap dan benar2 dewasa dalam pemikiran.. Gimana ? :)

Bayangkan jika hal ini terjadi, manfaatlah waktu kita, hingga tak ada lagi kegelisahan.. Toh, ini hanya perkara waktu, terkadang persoalan datang hanyalah karena penyakit-penyakit hati yang kurang terjaga. Hingga kita terjerumus kedalam persoalan-persoalan yang mestinya tidak terjadi.

hmmm.. Yah dari semua ini aku hanya ingin mengajak untuk melihat hal ini bersama.. agar kita sadar toh kita tak sendiri.. Harapanku Untuk Semua yang sedang memperjuangkan untuk menikah.. tetaplah Istiqomah dalam keimanan dan ketaqwaan agar tidak hanya Hati yang terjaga tapi perbuatan dan tingkah laku kita pun terjaga.

Alangkah Indahnya Hidup ini jika kita dapat mengisinya dengan hal-hal yang jauh lebih bermanfaat dan berguna yang bukan saja untuk kita tapi sesama umat manusia..

Tetaplah Yakin dan Ikhlas dengan Menyebut Nama Allah, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.. Dalam Doa-doa penyerahan diri untuk Tetap di berikan petunjuk dan Cahaya menuju jalan yang di Ridhoi-Nya. Hingga Kita dipertemukan dengan Ketetapan Yang Terbaik Untuk Kita Terima dan BerSyukur atas Nikmat yang Telah diberikan-Nya..

Maka Nikmat Tuhanmu Yang Mana Lagi Yang kau Dustakan ? (QS.Ar Rahmaan : 13,...)

Wallahua'lam

Selasa, 26 Mei 2009

Menunggu Seorang Ikhwan...T_T




Ku tulis bait ini dalam rangkaian malamku yang panjang

Ku ungkap getar ini dalam ragu yang tertahan...

Untukmu seorang ikhwan yang tak juga kunjung datang...

Aku bersama semua baktiku yang tertunda

Bersama sepotong cinta yang tak akan sempurna

Bila tidak juga kau ada...

Untuk calon suamiku yang tidak ku tahu ada dimana

Kelak bila kau datang izinkan bakti dan taatku melebur bersama senyummu..

Iznkan cinta dan kehormatanku terpatri kuat untuk menjaga kehormatanmu...

Untuk calon suamiku yang sedang berdakwah entah dimana

Ketahuilah...

Bahwa aku wanita asing bagimu

Nanti terangkanlah apa - apa yang tidak kumengerti darimu

Terangkanlah apa-apa yang tidak tersukai darimu

Agar istri solehah menjadi mahkota mendampingimu...

Untuk calon suamiku yang masih sibuk dalam kelelahanmu...

Ketahuilah bahwa aku selalu menunggumu..

Menunggu menjadi kendaraan yang nyaman buatmu..

Menjadi rumah yang lapang untukmu...

Menjadi penunjuk jalan yang lurus untukmu...

Menjadi penyejuk hatimu...

Dan Wahai engkau calon pengobat cintaku...

Bila nanti Allah rizkikan engkau untukku

Maka semoga aku juga menjadi rizki mulia untukmu...

Bersama menyempurnakan hati dalam Mahabbah-Nya..

Menyemarakan dakwah dengan para Jundi - jundi Allah...

Aku bersama kesederhanaan yang terbalut takwamu...

Bersama menggapai perjuangan ini...

Yang karenamu Allah semakin sayang padaku...

Segerakanlah ya Allah...Amin...

Senin, 25 Mei 2009

DO'A





Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk


Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang



Ya Allah

Kami berlindung kepada-Mu dan memohon kepada-Mu sesuatu yang kami tidak mengetahui hakikatnya



Ya Allah

Kami telah menganiaya diri kami sendiri

Dan sekiranya Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami

Niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi



Wahai Allah Yang Maha Agung,

Ampunilah seluruh dosa kami

Tutupi dan hapuskan segala aib dan kesalahan kami

Dan berikan kepada kami kesanggupan untuk mengubah dan memperbaiki diri menjadi lebih baik

Karuniakanlah kepada kami akhlaq yang mulia

Pribadi yang indah dan terpelihara



Ya Allah

Karuniakanlah kepada kami ketenangan hati,

kedamaian hati,

kebeningan dan kebersihan hati,

ketenteraman jiwa

kesegaran berfikir

dan ingatan yang tajam

Usir dan buanglah segala kegelisihan, kekhawatiran, ketakutan, kecemasan dan kesedihan dalam hati dan jiwa kami.

Jadikan hati kami tenteram, tenang, dan damai dengan mengingat-Mu

Berharap dan bergantung hanya kepada-Mu



Wahai Pemilik dan Penguasa Segala Hati

Karuniakanlah kepada kami hati yang bening dan bersih

Hati yang suci, tulus dan ikhlas



Karuniakanlah kepada kami lisan yang indah dan bermutu,

Lisan yang hanya mengucapkan kata-kata yang baik dan bermanfaat,

Cegahlah lisan kami dari berkata-kata dusta dan sia-sia,

Cegahlah lisan kami dari kata-kata yang menyakitkan hati hamba-hamba-Mu,

Jadikanlah lisan kami menjadi jalan tersampaikannya kebenaran-Mu bagi hamba-hamba-Mu yang lain.


Wahai Allah yang Maha Memelihara,

Karuniakanlah kepada kami kesehatan, kenormalan, dan kesegaran jasmani dan rohani

Usir dan buanglah segala macam sakit dan penyakit yang menyerang diri kami

Normalkan segala yang tidak normal dalam diri kami



Wahai Allah Pelindung Yang Maha Kokoh,

Jauhkan dan hindarkan kami dari segala macam sakit dan penyakit,

dari segala mara bahaya, bala bencana, mala petaka dan musibah,

Lindungi kami dari niat buruk dan kejahatan makhluq-makhluq-Mu,

Lindungi kami dari tipu daya, gangguan, dan fitnah kaum kafir dan kaum munafiq,

Lindungi kami dari godaan-godaan dan bisikan-bisikan setan yang terkutuk,


Ya Allah,

Karuniakanlah kepada kami hati yang selalu bersyukur dan mengingat-Mu,

Jadikan hati kami hati yang tidak pernah lupa kepada-Mu,

hati yang ma’rifat mengenal-Mu,

hati yang penuh keimanan dan ketaqwaan kepada-Mu,

hati yang meyakini janji dan jaminan-Mu,

hati yang meyakini kokohnya perlindungan-Mu,

hati yang penuh kecintaan kepada-Mu



Jadikan hati ini

hati yang merasakan kesejukan beribadah kepada-Mu

Keindahan memohon dan bertaqarrub kepada-Mu

Ketenangan bergantung dan berharap hanya kepada-Mu


Ya Allah

Limpahkanlah kepada kami karunia dan pertolongan-Mu,

Bimbingan dan petunjuk-Mu,

Kasih sayang dan cinta-Mu,

Ampunan, rahmat, dan ridla-Mu,


Karuniakanlah kepada kami kecintaan kepada-Mu,

Kecintaan kepada Rasul-Mu,

Kecintaan kepada orang-orang yang mencintai-MU,

Kecintaan kepada Al-Qur’an, firman-Mu,

Kecintaan kepada segala amalan yang dapat mendatangkan cinta-Mu,



Ya Allah,

Karuniakanlah kepada kami pasangan hidup yang shalih/shalihah

yang mencintai-Mu dan Kau-cintai,

yang indah dan suci lahir batinnya,

yang bersih dan bening hatinya,

yang cerdas akal fikirannya,

yang mulia akhlaq dan budi pekertinya,

yang memiliki segala sifat yang baik.



Karuniakanlah kepada kami pernikahan yang barakah,

Keluarga sakinah, mawadah, warahmah

Keturunan yang shalih shalihah


Wahai Allah Yang Maha Kaya,

wahai Pemilik Segala sesuatu,

wahai Penggenggam setiap rezeki,

Karuniakanlah kepada kami rezeki yang barokah dan berlimpah,

Bukakan pintu-pintu rezeki yang halal dan barokah untuk kami,

Mudahkan kami menjemput rezeki kami di jalan yang halal dan Kau ridlai,

dan ringankan kami untuk menafkahkan segala yang Kau karuniakan di jalan-Mu dengan ikhlas

dan berilah kami rasa syukur dan ridla terhadap setiap pemberian-Mu


Wahai Allah Pemilik Segala Ilmu,

karuniakanlah kepada kami ilmu yang luas dan bermanfaat,

ilmu yang mencahayai hati dan hidup kami,

ilmu yang membuat hidup kami mudah di dunia ini

dan selamat dunia akhirat

ilmu yang membuat kami semakin ma’rifat mengenal-Mu,

ilmu yang membuat kami semakin takut dan taat kepada-Mu,


Ya Allah

Ampunilah segala dosa dan kesalahan kedua orang tua kami,

Terimalah segala amal kebaikannya

Indahkan sisa umurnya dalam ketaatan kepada-Mu


Ya Allah

Karuniakanlah kepada bangsa ini pemimpin yang shalih

Yang mencintai-Mu dan Kau cintai

Yang jujur, adil, dan amanah

Yang hanya takut kepada-Mu



Ya Allah

Karuniakanlah kepada bangsa ini akhlaq yang mulia



Ya Allah

Persatukan umat Islam di mana pun berada

Persatukan para ulama dan para pemimpin kami…



Ya Allah

Engkaulah Pemilik, Penguasa, dan Penggenggam segala keinginan, harapan, cita-cita, dan doa-doa kami.



Ya Allah

Kabulkan segala keinginan, harapan, cita-cita, dan do’a-do’a kami yang baik

Yang terucap maupun yang hanya terlintas di hati kecil kami

Dan berikanlah kepada kami jauh lebih baik dan lebih banyak dari semua itu

Amin...Amin....Amin...

Jumat, 22 Mei 2009

Rambu-Rambu Jalan Menuju Syurga




semoga kita bisa mematuhinya...
Ya Allah...Engkaulah yang Maha pembolak balik hati...tetapkanlah hati kami agar selalu dijalan-Mu...

Amin...tsumma Amin...